BLOK Bintang UG : http://www.gunadarma.ac.id BAAK : http://www.baak.gunadarma.ac.id Perpustakaan: http://www.library.gunadarma.ac.id Studentsite : http://www.studentsite.gunadarma.ac.id


Rangkuman Ilmu Budaya Dasar


Januari 30,2022

Bintang Putra Pertama

1IA18

50421287


BAB 1
ILMU BUDAYA DASAR


1.1 Ruang Lingkup

Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. ruang lingkup IBD (Ilmu Budaya Dasar)meliputi Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya, Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.

1.2 Pengertian Manusia

Manusia atau orang (Homo sapiens, bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu") adalah spesies primata dengan populasi yang terbesar, persebaran yang paling luas, dan dicirikan dengan kemampuannya untuk berjalan di atas dua kaki serta otak yang kompleks yang mampu membuat peralatan, budaya, dan bahasa yang rumit. Kebanyakan manusia hidup dalam struktur sosial yang terdiri atas kelompok-kelompok tertentu yang pada gilirannya dapat bersaing atau membantu satu sama lain mulai dari kelompok keluarga kecil dengan hubungan kekerabatan hingga kelompok politik yang besar atau negara. Interaksi sosial antarmanusia membuat keberagaman nilai, norma, dan ritual di dalam masyarakat manusia. Keinginan manusia untuk tahu dan mempengaruhi lingkungan sekitarnya memunculkan perkembangan dalam filsafat, ilmu, mitologi, dan agama. Adapun menurut KBBI, manusia diartikan sebagai makhluk yang berakal budi atau mampu menguasai makhluk lain ; insan; orang

1.3 Hakikat Manusia

Hakikat manusia adalah sebagai gagasan atau konsep yang mendasari manusia dan eksistensinya di dunia. Eksistensinya berhubungan dengan masa lalunya untuk menjangkau masa depan untuk mencapai tujuan dalam hidupnya. Manusia sudah dibekali berbagai potensi untuk mampu menjadi manusia., akan teteapi potensi itu dapat dikembangkan pada saat manusia tumbuh dewasa. Salah satu cara untuk mengembangkan potensi tersebut yaitu melalu pendidikan, pendidikan sebagai proses untuk mengubah sikap dan perilaku manusia. Manusia memiliki kesadaran dan penyadaran diri yang mampu membedakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada di luar dirinya. Manusia juga tidak hanya mampu berpikir mengenai diri dan alam akan tetapi juga sadar dengan pemikirannya. Pendidikan juga berfungsi untuk menyadarkan manusia agar manusia mampu mengenal, melihat dan memahami realitas kehidupan yang ada di sekelilingnya. Manusia yang bereksistensi harus dapat menjadikan diri itu hakikatnya adalah manusia itu sendiri. Jadi, sebaik dan sekuat upaya pihak lain atau pendidik kepada peserta didik untuk membantunya menjadi manusia, akan tetapi apabila peserta didiknya tidak ingin mendidik dirinya sendiri maka upaya bantuan tersebut tidak akan memberikan kontribusi bagi kemungkinan manusia tadi untuk menjadi manusia.

1.4 Pengertian Kebudayaan

Kebanyakan manusia mengartikan kebudayaan adalah kesenian, akan tetapi kebudayaan memiliki arti yang lebih luas Dilansir dari buku Pengantar Antropologi (1991) karya Koentjaraningrat, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar.



BAB 2
MANUSIA DAN CINTA KASIH


2.1 Unsur-unsur cinta

Dalam kehidupan pastinya kita memilikia sebuah ikatan cinta, nah ternyata ada beberapa unsur yang bisa membuat hubungan cinta dalam kehidupan kita itu awet atau langgeng yaitu :

1. Perhatian (Care)

Dalam dimensi kemanusiaan, cinta adalah perhatian aktif pada kehidupan dan pertumbuhan dari apa yang kamu cintai. Hal ini terlihat jelas dari perhatian tulus seorang ibu kepada anaknya, atau perhatian penuh terhadap kekasih hati dari dua orang yang saling mencinta. Jika kamu mencintai pasangan hidupmu, harus kamu tunjukkan dalam perhatian yang tulus kepadanya. Perhatian terhadap kondisinya, perhatian terhadap perasaannya, perhatian terhadap keinginannya, perhatian terhadap keluarga besarnya, perhatian terhadap aktivitasnya, perhatian terhadap hobinya, dan lain sebagainya.

2. Tanggung Jawab (Responsibility)

Jika kita benar mencintai kekasih hati, maka kita sangat bertanggung jawab atas keselamatan dan kebahagiaan dirinya. Tanggung jawab dalam arti sesungguhnya adalah suatu tindakan yang sepenuhnya bersifat sukarela. Bertanggungjawab berarti siap berkorban demi sesuatu atau orang yang dicintai, secara sepenuhnya sukarela. Jika kamu mencintai Indonesia, maka kamu rela untuk berkorban dalam menjaga keutuhannya.

3. Rasa Hormat (Respect)

Saat kamu memiliki respect maka itulah tanda bahwa kamu memiliki rasa cinta, jika kamu mencintai pasangan hidupmu, harus kamu tunjukkan dalam sikap menghormati, menghargai, memuliakan, juga mengagumi. Jika kamu mencintai pasangan hidupmu, kamu tidak akan menghina, melecehkan, merendahkan, menistakan dan mengejeknya.

4. Pengetahuan (Knowledge)

Dalam dimensi kemanusiaan, cinta pun harus dibangun dengan ilmu, tidak boleh membabi buta. Mengetahui koridor, batasan dan pedoman mencintai. Mengetahui sesuatu yang dicintai. Mengenali orang yang dicintai ---bahwa dirinya memang layak dicintai. Jika kamu mencintai pasangan hidupmu, kamu harus mengenalinya dengan baik. Mengenali kepribadian, mengenali karakter, mengenali kondisinya, termasuk mengenali perubahan dalam dirinya.

2.2 Tingkatan cinta

Didalam kehidupan cinta memegang peran yang sangat penting, sebab cinta adalah sebuah alasan 2 pasangan untuk melanjutkan kehidupannya dan melanjutkan keturunannya. Didalam cinta juga terdapat tingkatannya dimulai dari yang tertinggi ke yang terendah, berikut tingkatan dalam cinta

1) Tingkat tertinggi, ada cinta terhadapat Tuhan. Ini adalah tingkatan cinta yang tertinggi, jika kita dapat mencapai tingkat ini maka kita tidak akan lagi  melihat diri kita sebagai sesuatu yang kita miliki, penyerahan secara penuh, sirnanya kepentingan pribadi. Kita merasa bahwa apapun yang kita miliki adalah milik sang pencipta.

2) Kemudian di tingkat tengah ada cinta terhadap orang tua dan pasangan hidup. Cinta ini bersifat supranatural, tanpa pamrih dimana ketika kita mencitai seseorang dengan tulus tanpa mengharapkan timbal balik. Contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.

3) Di tingkat terendah ada cinta terhadap kerabat, harta,  tempat tinggal, atau bisa juga dengan hewan peliharaan. Cinta ini lebih bersifat subjektif, lebih mengutamakan keuntungan sendiri. Contohnya  kita dapat mencintai seseorang karena dia telah menolong kita, berbuat baik dengan kita. Kemudian cinta seekor kucing dengan majikannya yang telah merawatnya.

2.3 Cinta menurut ajaran agama

Dalam pandangan Islam persoalan cinta adalah fitrah yang diberikan Allah kepada hambanya, yang artinya mustahil jika hal tersebut tidak ada didalam kehidupan manusia. Tidak bisa dibayangkan jika cinta itu dicabut oleh Allah dari individu, keluarga atau masyarakat. Dalam Al-Qur’an dijelaskan di surat Al-A’raaf ayat 179 yang artinya “Sebagai agama sempurna bagi manusia, Islam senantiasa memperhatikan fitrah dan kecenderungan manusia. Termasuk dalam hal ini kecenderungannya pada cinta secara umum, maupun mencintai lawan jenisnya secara khusus. Islam tidak pernah menghalangi, menghambat keinginan-keinginan manusia. Islam hanya mengarahkan dan menjaga agar manusia tetap menjadi manusia. Sebab jika tidak diarahkan maka manusia bisa jatuh ke derajat hewan, bahkan dapat lebih rendah dari itu” (Q.S Al-A’Raaf : 179)



BAB 3
KEINDAHAN


3.1 Pengertian Luas Mengenai Keindahan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “Keindahan” memiliki beberapa arti yaitu dalam keadaan enak dipandang, cantik, elok, dan keindahan memiliki arti sifat-sifat yang indah atau keelokan. Sedangkang pengertian dari keindahan sendiri adalah sifat yang merujuk atau tertuju ke sesuatu yang indah dimana manusia mengekspresikan perasaan yang indah tersebut melalu berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat. Adapula keindahan dalam arti luas seperti :

1. Keindahan Jasmani dan rohani dapat diibaratkan keindahan jiwa maupun raga yang dimiliki oleh manusia. 

2. Keindahan Seni dapat diartikan dengan pembuatan hasil karya, entah itu karya musik, tari, patung, maupun lukisan. 

3. Keindahan Alam dapat diartikan dengan penglihatan akan suatu pesona alam, dan dapat dijelaskan dengan kata-kata begitu juga sama dengan keindahan seni. 

4. Keindahan Moral dapat dilihat dari perilaku, kepribadian dan tata krama setiap individu manusia. 

5. Keindahan Intelek dimana keindahan dalam cara manusia berfikir cerdik.

Ada juga pengertian menurut para ahli :

1. Menurut John Dewey keindahan adalah suatu hal yang berkaitan dengan pengalaman, tetapi tidak semua pengalaman bersifat estetis.

2. Menurut Immanuel Kantt keindahan adalah estetika tidak berkaitan dengan bendanya, melainkan kesenangan yang dirasakan ketika melihat benda itu.

3. Menurut Kattsoff keindahan adalah menyangkut hal perasaan seseorang, dan perasaan ini dikhususkan akan perasaan yang indah.

4. Menurut Plato keindahan adalah watak yang indah adalah hukum yang indah.

5. Menurut Baumgarten, keindahan merupakan susunan yang sifatnya teratur dari bagian erat antara yang satu dengan yang lainnya

3.2 Perbedaan Keindahan Sebagai Kualitas Abstrak dan Sebagai Kualitas Suatu Benda

Keindahan sebagai kualitas yang asbtrak merupakan keindahan yang tidak dapat diukur nilai keindahan karena keindahan yang bersifat abstrak juga bersifat relative yakni apabila kita melihat sesuatu yang indah itu belum tentu indah untuk orang lain. Contohnya lukisan yang beralirkan sifat abstrak tidak semua orang mengerti akan keindahan lukisan tersebut hanya segelintir orang saja yang mengerti dari keindahan lukisan tersebut berdasarkan intulsinya dan jiwa seni dari masing-masing orang tersebut.

Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah merupakan keindahan yang bersifat pasti dan dapat dengan mudah diterima oleh pandangan setiap orang dan mempunya nilai yang berbanding terbalik dengan keindahan bersifat abstrak. Contohnya pemandangan di daerah pegunungan hal ini sudah pasti semua orang mengakui akan keindahannya.



BAB 4
PENDERITAAN


4.1 Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu sebenarnya manusia sudah diberikan tanda-tandanya dari Tuhan, namun hal itu berbalik kepada manusia itu sendiri apakah sudah menyadari hal tersebut? Ketika manusia sudah menyadarinya maka manusia itu akan lebih siap menghadapi penderitaan yang akan datang sehingga manusia itu tidak mengalami ketakutan yang panjang dan bahkan segera bangkit untuk menghadapi hidup selanjutnya.

4.2 Contoh-Contoh Penderitaan

A. Penderitaan yang disebabkan oleh ulah manusia

Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, misalnya Musibah banjir dan tanah longsor di lampung selatan bennula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia-manusia penghuni liar itu.

B. Penderitaan yang disebabkan penyakit, siksaan/azab Tuhan

Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, Tetapi dengan sabar ia menerima cobaan ini. Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan memeliharanya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabaran dan pasrah kepada Tuhan, sembuhlah ia dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinya lagi.

4.3 Penyebab Seorang Ketakutan

Umumnya ada dua aliran tentang penyebab ketakutan. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa ketakutan adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu ketakutan adalah problemanya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan.

Kebanyakan ahli-ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena sipenderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan sipenderita sepuluh kali leblh parah. Berikut ada beberapa sebab yang membuat seseorang merasa ketakutan.

1) Claustrophobia : rasa takut tetbadap ruangan tertutup

2) Gamang : ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi.

3) Kegelapan : suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.

4) Kesakitan : ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami

5) Kegagalan : ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.



BAB 5
KEADILAN


5.1 Pengertian Keadilan

Keadilan berasal dari kata adil, menurut Kamus Bahasa Indonesia adil adalah tidak sewenang-wenang, tidak memihak, tidak berat sebelah. Adil terutama mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma objektif. Keadilan pada dasarnya adalah suatu konsep yang relatif, setiap orang tidak sama, adil menurut yang satu belum tentu adil bagi yang lainnya, ketika seseorang menegaskan bahwa ia melakukan suatu keadilan, hal itu tentunya harus relevan dengan ketertiban umum dimana suatu skala keadilan diakui

Keadilan merupakan suatu hal yang abstrak. Guna mewujudkan suatu keadilan harus mengetahui apa arti keadilan itu seutuhnya. Untuk itu perlu dirumuskan definisi yang setidaknya mendekati, dan dapat memberi gambaran apa arti keadilan. Definisi mengenai keadilan sangat beragam, dapat ditunjukkan dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para pakar di bidang hukum yang memberikan definisi berbeda-beda mengenai keadilan.

Keadilan, menurut filsuf termasyhur Aristoteles, dalam tulisannya “Retorica” membedakan keadilan dalam dua macam. Pertama, keadilan distributif atau justitia distributiva. Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan. Kedua, keadilan kumulatif atau justitia cummulativa. Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak. Keadilan ini terjadi pada lapangan hukum perdata, misalnya dalam perjanjian tukar-menukar.

5.2 Makna Keadilan

Keadilan adalah penilaian dengan memberikan kepada siapapun sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak proposional dan tidak melanggar hukum. Keadilan berkaitan erat dengan hak, dalam konsepsi bangsa Indonesia hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Dalam konteks pembangunan bangsa Indonesia keadilan tidak bersifat sektoral tetapi meliputi ideologi, Ekpolesosbudhankam, untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

5.3 Contoh Keadilan

Nilai Keadilan adalah nilai nilai yang berkaitan dengan hak, kewajiban yang harus adil dan terukur sama rata antar seseorang. Nilai keadilan juga bisa diartikan sebagai suatu nilai yang di dalamnya mengandung makna tentang mengatur negara dengan adil tanpa ada unsur paksaan dan tidak mengunggulkan satu dengan yang lainnya. Berikut beberapa contoh keadilan dalam kehidupan sehari hari :

1. Berteman kepada siapapun tanpa memandang perbedaan.

2. Berperilaku adil kepada siapapun.

3. Saling menghormati dan menghargai hak –hak yang dimiliki orang lain.

4. Saling membantu orang lain yang sedang kesusahan.

5. Menjalankan hak dan kewajiban dengan seimbang serta penuh tanggung jawab.



BAB 6
KEJUJURAN


6.1 Pengertian Kejujuran

Jujur adalah perilaku positif dengan berkata sebenarnya, tidak curang, serta perbuatan dan perkataan yang tidak berlawanan. Perilaku jujur menyebabkan muslim memperoleh kepercayaan lingkungan sekitar. Perintah jujur telah tercantum alam Al Quran dan hadits. Salah satunya dalam Al Ahzab ayat 70

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا 

Arab-Latin:Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."

6.2 Hakikat Kejujuran

Kejujuran terkesan sudah menjadi sesuatu yang mahal di negeri ini. Berbuat dan berkata dusta (berbohong) terkesan menjadi suatu hal yang lumrah. Kedustaan seakan diumbar tanpa memiliki rasa bersalah dan takut akan ganjaran dosa. Individu, masyarakat dan bangsa yang sudah tidak mengutamakan kejujuran dipastikan kehancuran akan mudah menghampiri kita. Kejujuran adalah dasar dari kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kejujuran adalah prasyarat utama pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang berlandaskan prinsip saling percaya, kasih sayang, dan tolong menolong. Kejujuran adalah inti dari akhlak yang merupakan salah satu tujuan dari diutusnya Rasulullah oleh Allah SWT. 

Hakikat kejujuran ialah mengatakan sesuatu dengan jujur di tempat (situasi) yang tidak ada sesuatu pun yang menjadi penyelamat kecuali kedustaan. Secara psikologis, kejujuran akan mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya seseorang yang tidak jujur pasti tega melakukan perbuatan serta menutupi kebenaran.

6.3 Pengertian Kecurangan 

Kecurangan atau yang biasa juga disebut dengan fraud adalah tindakan curang yang dilakukan dengan sengaja untuk menguntungkan satu pihak (perorangan, perusahaan atau institusi) secara tidak adil atau melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian di pihak lain.

6.4 Sebab Akibat Seseorang Berbuat Curang

Perbuatan curang memang biasanya tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor dan pemicu seseorang melakukan perbuatan tersebut. Diantaranya:

1. Lemahnya iman, sedikitnya rasa takut kepada Allah dan kurangnya kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan menyaksikan setiap perbuatannya sekecil apa pun.

2. Kebodohan sebagian orang tentang haramnya perbuatan curang, khususnya dalam bentuk-bentuk tertentu dan saat perbuatan tersebut sudah menjadi sistem ilegal dalam sebuah lembaga atau organisasi.

3. Ketiadaan ikhlas (niat karena Allah) dalam melakukan aktifitas, baik dalam menuntut ilmu, berniaga dan yang lainnya.

4. Ambisi mengumpulkan pundi-pundi harta kekayaan dengan berbagai macam cara. Yang penting untung besar, walaupun dengan menumpuk dosa-dosa yang kelak menuntut balas.

5. Berteman dengan orang-orang yang suka berbuat curang dan selalu menuruti ajakan setan untuk berbuat curang.


BAB 7
PANDANGAN HIDUP


7.1 Pengertian Pandangan Hidup

Pandangan Hidup adalah adalah suatu wawasan menyeluruh terhadap kehidupan yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur. Pandangan hidup berfungsi sebagai alat untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Pandangan hidup bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya maupun manfaatnya oleh suatu bangsa, sehingga bangsa tersebut mampu menumbuhkan tekad untuk mewujudkannya dalam sikap hidup sehari-hari 

7.2 Macam-Macam Pandangan Hidup

Ada berbagai macam pandangan hidup didalam kehidupan manusia, seperti sebagai berikut :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. Didalam sebuah agama memiliki hukum dalam sebuah kehidupan. Dimana hukum itu harus kita ikuti, demi masa depan yang lebih baik. Apabila pandangan hidup kita tidak didasari oleh agama, maka kita di dunia akan tersesat di masa kehidupan yang akan datang dengan melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.

2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut. Pandangan hidup tersebut diwujudkan untuk mensejahterakan rakyat dan rakyat bisa ikut peran dalam pemerintahan. Pandangan hidup bangsa indonesia juga dapat diambil dari ke lima sila dalam pancasila yang merupakan juga cita-cita bangsa indonesia sejak merdeka. Hal ini sangat penting karena dengan menerapkan nilai – nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari – hari maka tata kehidupan yang harmonis diantara masyarakat Indonesia dapat terwujud.

3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. andangan hidup hasil renungan adalah dimana setiap manusia merenungi hal-hal yang dapat merubah masa depan nya.

7.3 Macam-Macam Ideologi dalam Pandangan Hidup

1. Ideologi Marxisme, Ideologi marxisme lahir berkat anggapan ideologi kapitalisme yang dianggap sebagai kesalahan yang besar karena akan semakin memperkaya pemilik modal dengan mengorbankan nasib kaum buruh yang menyedihkan.

2. Ideologi Sosialisme, Ideologi sosialisme adalah salah satu dari macam-macam ideologi yang dapat diidentikkan dengan ideologi komunisme. Hal ini karena prinsip yang mendasar yaitu sama-sama akan mengutamakan segala kepemilikannya secara bersama-sama dan tidak mengakui adanya kepemilikan individu.

3. Ideologi Fasisme, Ideologi fasisme adalah salah satu dari macam-macam ideologi yang mirip dengan sistem kerajaan zaman. Ideologi ini lebih menekankan pada kepemimpinan tunggal. Kekuasaan ini khusus dipegang oleh seseorang yang dianggap kuat dan mampu mengatur sistem bernegara.

4. Ideologi Nasionalisme, Ideologi nasionalisme adalah salah satu dari macam-macam ideologi yang menitikberatkan kepada kedaulatan negara. Hal yang mutlak dan tidak boleh diganggu oleh pihak manapun. Setiap warga negara haruslah memiliki rasa mencintai negara lebih dari apapun dengan berjuang dan berkorban secara bersama-sama demi menjaga kedaulatan negara.

5. Ideologi Kapitalisme, Ideologi kapitalisme ini dipopulerkan oleh bapak ilmu ekonomi dunia yaitu Adam Smith. Salah satu dari macam-macam ideologi ini digagas oleh Adam Smith karena tidak setuju dengan ideologi merkantilisme yang berkembang pada saat itu. Teori Adam Smith mengenai ideologi kapitalisme yang cukup dikenal luas yaitu teori invisible hand (tangan yang tidak terlihat). Ideologi kapitalisme menekankan kepada penguasaan modal oleh pihak swasta yang di mana negara tidak berhak mengatur dan membuat undang-undang yang dapat mempersulit jalanya usaha mereka.

6. Ideologi Liberalisme, Ideologi liberalisme adalah salah satu dari macam-macam ideologi yang menekankan pada kebebasan. Terutama kepada setiap golongan untuk dapat mengekspresikan keinginannya sendiri tanpa ada larangan dari pihak lainnya. Asal katanya yaitu liberal yang berarti kebebasan. Ideologi ini menganggap bahwa setiap orang harus memperoleh kesempatan yang sama dalam mencapai sesuatu.

7. Ideologi Demokrasi, Ideologi demokrasi adalah salah satu dari macam-macam ideologi yang dianut pemerintah Indonesia sebagai sistem pemerintahannya. Demokrasi terdiri dari dua kata yaitu demos dan kratos. Demos berarti rakyat dan kratos berarti kekuasaan. Jadi bisa disimpulkan bahwa demokrasi adalah kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Suara rakyat akan diwakili oleh dewan yang diberi nama dewan perwakilan rakyat



BAB 8
TANGGUNG JAWAB

 

8.1 Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan keadaan untuk wajib menanggung segala sesuatunya. Dalam hal ini, jika dijabarkan tanggung jawab adalah kesadaran seseorang akan kewajiban untuk menanggung segala akibat dari sesuatu yang telah diperbuatnya. Dikutip dari buku yang diterbitkan oleh Kemendikbud berjudul "Pendidikan Orang Tua: Mengembangkan Tanggung Jawab Pada Anak" (2016), menerangkan bahwa sikap tanggung jawab akan terbentuk, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang berasal dari dalam hati dan kemauan sendiri untuk melakukan suatu kewajiban.

8.2 Makna dari Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya. Ia menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Berbicara tentang tanggung jawab manusia menurut al-Qur’an, memperhatikan surat al-Mukminun ayat 115 ditemukan bahwa manusia adalah makhluk fungsional dan bertanggungjawab atau dengan kata lain penciptaan manusia bukanlah sebuah kesia-siaan. Tanggung jawab manusia tersebut meliputi tanggung jawab terhadap Allah Sang Pencipta, diri pribadi, keluaga, masyarakat, bangsa dan Negara, serta tanggung jawab terhadap alam.

8.3 Macam-Macam Tanggung Jawab

1.     Tanggung Jawab kepada Tuhan

Rasa tanggung jawab manusia sebagai ciptaan kepada Tuhan adalah dengan selalu bersyukur dan menjaga semua nikmat yang telah diberikan-Nya, serta senantiasa untuk mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangan Tuhan.

2.    Tanggung Jawab kepada Diri Sendiri

Menanamkan sikap tanggung jawab pada diri sendiri dapat mencerminkan karakter diri kita.

3.    Tanggung Jawab kepada Keluarga

Bertanggung Jawab dalam keluarga adalah dengan selalu menjaga nama baik keluarga, dengan cara:

·         Memelihara kebersihan, kenyamanan, keamanan dalam keluarga.

·         Mematuhi aturan yang telah ditetapkan bersama-sama.

·         Bertingkah laku sesuai norma dan aturan yang berlaku dalam keluarga.

·         Menjaga keharmonisan keluarga dengan saling menyayangi, menghormati, dan menghargai.

4.    Tanggung Jawab kepada Lingkungan dan Masyarakat

Sebagai makhluk sosial, tentunya kita memiliki tanggung jawab dalam lingkungan bermasyarakat, yang dapat dilakukan di antaranya dengan:

·         Berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat, misalnya menjaga kebersihkan lingkungan, menjaga keamanan, dan ketertiban dalam masyarakat.

·         Tidak melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan peraturan/norma yang berlaku.

·         Berani melaporkan kejadian yang merugikan masyarakat kepada yang berwenang.

·         Menghargai perbedaan agama, suku, dan budaya.

5.    Tanggung Jawab kepada Bangsa dan Negara

·         Menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

·         Mencintai tanah air dengan melestarikan bahasa dan seni budayanya.

·         Menghargai keanekaragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

·         Selalu mencintai semua produk-produk buatan dalam negeri


 BAB 9
PENGABDIAN


9.1 Pengertian Pengabdian

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi ataumengabdikan. Seorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya biasanya berpedomanhidup: "Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan imbalan apa-apa."Pengertian pengabdian menurut WJS. Poerwodarminto adalah hal-hal yang berhubungandengan mengabdi. Mengabdi adalah suatu penyerahan diri kepada “suatu” yang dianggap lebih, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkan diikuti pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi, perasaan, jiwa raga. Dengan begitu,Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukandengan ikhlas

9.2 Macam-Macam Pengabdian

Pengabdian timbul karena adanya rasa tanggung jawab dalam diri sendiri, berikut ada beberapa macam pengabdian dalam kehidupan kita :

1.     Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa

penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Salah satu contohnya adalah Umat Islam melaksanakan sholat lima waktu

2.    Pengabdian terhadap masyarakat

Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.

3.    Pengabdian terhadap keluarga

Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.

9.3 Contoh Pengabdian dalam Kehidupan Sehari-hari

1)    Melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang diyakini

2)   Pengabdian seorang guru

3)   Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.

                                             

 BAB 10
PENGORBANAN


10.1 Pengertian Pengorbanan

Pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Pengorbanan itu sendiri bisa berbentuk material (yang bisa dilihat, dipegang) dan berbentuk immaterial (hanya bisa dirasakan). dan pengorbanan yang dilakukan dengan tulus dan tujuan mulia pasti akan memberikan hasil yang luar biasa (tidak sia-sia atau percuma).

10.2 Macam-Macam Pengorbanan

1.     Pengorbanan karena termotivasi dalam hal-hal positif

Pengorbanan ini membuat semua pihak merasa puas kemudian menjaga hubungan antar satu sama lain. Pengorbanan ini bisa kita lihat dari seseorang yang berkerja keras untuk mempenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk sendiri atau untuk keluarganya.

2.    Pengorbanan karena menghindari hal-hal negative

Dalam hal ini biasanya seseorang yang melakukan pengorbanan seperti ini akan merasa kurang Bahagia karena tidak adanya rasa kepuasan dalam diri sendiri dan juga pengorbanan ini juga merelakan kebahagian diri sendiri saat melakukan pengorbanan namun ternyata pengorbanan ini lah yang sangat bernilai harganya karena dengan kita berkorban seseorang yang kita tolong akan merasakan kebahagian.

10.3 Contoh Pengorbanan dalam Kehidupan Sehari-hari

1)     Mempersilahkan Orangtua atau Ibu Hamil saat tidak ada lagi Kursi Kosong dalam Bus/Mobil

2)     Memberikan Sebagian Harta yang dimiliki meskipun kita juga butuh

3)     Memberikan kesempatan kepada kendaraan dari arah depan untuk menyebrang terlebih dahulu

4)     Ikut Kegiatan Siskamling/ronda (Menjaga Keamanan) Meskipun tidak dibayar


Daftar Pustaka


https://www.researchgate.net/publication/339697561_Pemahaman_Dasar_Tentang_Ilmu_Sosial_Budaya_Dasar
 https://www.suara.com/lifestyle/2021/02/12/183158/apa-itu-cinta-ini-definisinya-menurut-ahli?page=all
https://www.pustakapengetahuan.com/2019/05/pengertian-keindahan-beauty-dan-contoh.html
https://www.kompasiana.com/adhbi/552877116ea834a0478b45aa/manusia-dan-penderitaan?page=all#section1
https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/16633/05.2%20bab%202.pdf?sequence=7&isAllowed=y#:~:text=Keadilan%20berasal%20dari%20kata%20adil%2C%20menurut%20Kamus%20Bahasa%20Indonesia%20adil,didasarkan%20atas%20norma%2Dnorma%20objektif.
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5697166/pengertian-jujur-dalam-islam-manfaat-dan-ciri-cirinya
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5666297/apa-saja-nilai-nilai-yang-terkandung-dalam-pandangan-hidup-bangsa
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5721612/pengertian-tanggung-jawab-lengkap-dengan-contoh-bentuk-dan-ciri-cirinya
https://pdfcoffee.com/arti-pengabdian-pdf-free.html
https://www.kompasiana.com/nopalmtq/5529e68b6ea8342572552d24/mengen?page=2&page_images=2

Comments